“Hujan”

Berawal dari kecewa, marah dan berakhir dengan kesedihan.  Nangis…  Yaa nangis..  Cuma itu yang akhirnya bisa kulakukan.  Butuh waktu buat sendiri.  “Itu pasti”. Tapi apa dengan menangis sendiri semua rasa kecewa, marah dan sedih itu hilang?

Hujan…

Semua buyar karnamu..  Tapi aku gak menyalahimu,  hanya ego.  Ego yang besar yang membuatku semakin marah dan semakin sedih.

Hujan…

Kenapa turun disaat yang tidak tepat.  Apa kamu mengerti aku saat ini?

Hujan…

Bukan hanya jendela mobil yang kau basahi, mata inipun basah..  Tapi itu bukan karnamu.

Berakhir dengan selimut tebal dan bantal yang basah disaat hujan malam ini.

Love Novia

Iklan

2 thoughts on ““Hujan”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s