PT. Freeport Indonesia dari kacamata seorang Ibu Rumah Tangga

20151203_232635

Saya bukan karyawan PTFI, bukan juga seorang pekerja ataupun kontraktor PTFI. saya hanya seorang ibu rumah tangga yang pernah tinggal dilingkungan PTFI. Saya memiliki banyak teman di Papua,khususnya yang bertempat tinggal di lingkungan perumahan karyawan PTFI. Nama perumahannya yaitu Kuala Kencana.

Isu pemutusan kerja karyawan PTFI yang ramai diperbincangkan baik di media sosial, media elektronik atau bahkan obrolan kami para ibu sebagai teman. Jujur saya sedih, hampir setiap hari saya mendapatkan kabar bahwa mereka “teman2 saya merasa tidak nyaman dengan status perusahaan yang masih belum ada kejelasan akan diapakan oleh pemerintah. Sebagai seorang ibu, pastilah saya sangat memikirkan bagaimana nasib teman2 saya beserta keluarganya diujung pulau paling timur Indonesia ini? apakah mereka akan menerima nasib suami yang sebagai pekerja akan dirumahkan? atau mungkin saja di phk? siapa yang akan tau? saat ini hanya Allah SWT yang tau akan nasib mereka…

Berpuluh puluh tahun mereka merantau, jauh dari kampung halaman. jauh dari sanak saudara, bahkan jauh dari yang namanya hiburan dikota2 besar. Berjuang hidup di Pulau yang mayoritas berwatak keras. Berlapang dada dengan sedikitnya fasilitas umum yang tersedia, dan hidup di satu kota yang sangat jauh untuk pergi kemana mana.Sulit akan kendaraan umum, was was akan suasana kota yang sangat sering mencekam akibat perang suku. Tapi mereka semua ikhlas menjalankannya. Jauh dari anak yang sedang menuntut ilmu diluar kota, sinyal telephon yang terkadang susah untuk mendapatkan koneksi, harga bahan pokok yang sangat mahal, tapi sekali lagi mereka ikhlas.

Mereka merasa cukup bahkan lebih dari apa yang perusahaan berikan kepada mereka dengan segala pengorbanan yang telah mereka lalui bertahun tahun di tempat itu. Merasa terisolasi..”mungkin” . merasa kesepian “mungkin juga”. merasa kudet (kurang update) “mungkin juga”. Semua mereka lalui hanya untuk menemani suami bekerja di perusahaan ini.. Kegiatan demi kegiatan mereka susun agar tidak pernah merasa jenuh, kegiatan keagamaan, olah raga, kuliner dari hasil dapur masing-masing, bahkan sampai hiburan kecil dan besar pun akan mereka lakukan.

Tidak mudah untuk kita semua tinggal ditempat ini, dilingkungan yang hanya segelintir kelompok kecil,yang kalau kemana-mana yang ketemu lw lagii lw lagii..kuncinya cuma Sabar dan Ikhlas.

Balik lagi kepokok permasalahannya, “pemutusan kerja atau dirumahkan” . Tinggal tunggu.. iyaa tunggu hasil rapat para direksi. Pengerjaan hasil tambang sementara diberhentikan karena tidak adanya izin export dari pemerintah. Barang tambang menumpuk digudang, sementara DumpTruck yang biasanya berlalu lalang di pusat tambang Grasberg mulai terlihat parkir tanpa ada pengemudi. Siapa yang akan disalahkan?.

Saya sebagai IRT, merasa apa kurang yang PTFI berikan ke pemerintah dan warga sekitar?. Pajak melebihi dari standart perusahaan2 lain, 1% dari hasil tambang diberikan secara cuma-cuma kepada 7suku yang menempati pulau itu, fasilitas-fasilitas umum dibangun selayaknya standart Internasional, sarana pendidikan dibangun dan disiapkan secara cuma-cuma, rumah sakit gratis untuk warga 7suku Papua. Masih banyak fasilitas lainnya yang gak tertulis diblog saya ini. Untuk siapa itu semua? Ya untuk negara kita ini Indonesia.

Dalam waktu dekat ini seluruh karyawan PTFI dan warga Papua khususnya Timika +_3000 orang,bahkan ada yang memperkirakan sekitar +_15.000 orang akan melangsungkan demo besar-besaran di Kantor Pusat Pemerintah Daerah Mimika Papua. Alasan mereka mengadakan aksi demo yaitu Menyikapi Kebijakan Pemerintah Pusat terkait dengan Kebijakan eksport Konsentrat terhadap PT. Freeport Indonesia yang berakibat kepada pengurangan tenaga kerja. Dan tujuan dari aksi ini adalah Meminta agar pemerintah Pusat segera memberikan dan/atau mengeluarkan Ijin export konsentrat jangka panjang kepada PT. Freeport Indonesia.

Belum kebayang oleh saya, gimana nasib teman2 saya disana? bagaimana perasaannya saat ini? saya hanya bisa membantu berupa doa dan support semangat kepada mereka. InsyaAllah Tuhan kita Yang Maha Esa akan selalu memberikan yang terbaik kepada kita. Aamiin…

Semangat teman, Allah tidak pernah tidur. Petinggi-petinggi pemerintahan pun tidak semuanya diam. Pasti ada akhir yang terbaik. Doaku dari sini, dari Pulau Jawa akan selalu menyertai kalian semua. Rasa was-was dan rasa khawatir itu,saya pun ikut merasakan. Saya yakin keputusan terbaik akan menghampiri kita semua. InsyaAllah..

Tetap tersenyum, tetap setia membangun negeri, tetap semangat memberi kepada yang membutuhkan, dan selalu berikhtiar serta berfikiran positif.Cinta dan Pengorbanan ini untuk Kita dan untuk Negeri KitaTercinta INDONESIA..20150704_142402

Love Novia

Iklan

11 thoughts on “PT. Freeport Indonesia dari kacamata seorang Ibu Rumah Tangga

  1. badai pasti berlalu, Saya ga yakin kalau kehidupan kami akan seperti sekarang ini atau mungkin lebih baik kalau tambang itu dikelolah sepenuhnya oleh Pemerintah Indonesia.
    salam dari anak karyawan apartemen blok 1 no.4 kuala kencana

    Suka

  2. sama mba irma.. yang sabar ya mba. gak ada yang gak kangen sama kuala mba. nyaman dan enak tinggal disana. apalagi yg udah lama, pasti sedih kalau harus ninggalin timika. insyaAllah mba.semua pasti ada jalan yng terbaik. aamiin

    Suka

  3. Terimakasih mbak artikel tentang freeportnya…
    Situasi disini cepat sekali berubah dari hari ke hari dalam 1 minggu ini…
    Aq tidak bisa membayangkan bagaimana kota timika tanpa freeport…
    Krn timika belum siap ditinggalkan oleh freeport…
    9thn sudah mbak aq disini…jadi belum bisa membayangkan bagaimana jika pulang ke jawa…hehehe
    Krn anak2 lebih kerasan disini katanya 🙂

    Disukai oleh 1 orang

    1. Karena hasil tambang yang banyak dan ini perusahaan asli asing jadi selalu disudutkan. PT ini selalu dibilang merugikan, tapi sebenarnya begitu banyak yg mereka bangun untuk negri ini. Tp tidak pernah terexpose.

      Suka

  4. aku baru tahu kalau ada pengurangan pegawai di freeport, suami adikku juga kerja disana mbak. adikku juga suka curhat begitu tentang papua…..fasilitas publik minim tidak seperti di jawa…

    Suka

    1. Iya mba. Ada plus minusnya.. Tapi memang kalau acara keagamaan dan ibadah enak banget disana. Dapet khusuknya. Dan kita gak kepikiran tuh wekend pergi jauh2. Tapi yaa aku bersyukur pernah tinggal disana dan sekarang pindah pun akh tetap bersyukur. InsyaAllah yang terbaik. Aamiin

      Suka

      1. Pt FI sudah memberikan apa yg menjd hak negara, pembangunan timika semuanya bersumber dr ptFI , mulai dr bandara,jalan , transfortasi berupa damri gratis u masyarakat, biaya hidup,biaya pendidikan, modal usaha , kesehatan gratis yg semuanya d kelola oleh LPMAK , pajak u negara sdh d penuhi , harus kah kt terusik karena kepentingan segelincir org yg hanya mementingkan kepentingan pribadi, kami bagian dr PTFI maka kami juga kena dampak dr semua ini, kami yg tau persis pengobatan gratis sepenuhnya d miliki olh 7suku d RS mitra masyarakat, tapi akibat dr ketdk jelsan dr pemerintah maka kami pun mulai kena dampaknya , dan skrg giliran RS mitra yg akan menangis dan menyusul tangisan yg lainnya, ini kah solusi dr pemerintah membiarkan kami menangis dan terpuruk ? Kami bagian dr indonesia mk sehrsnya pemerintah mengambil langkah yg terbaik, tegas dan jeli, bukan seperti sekrg tdk ada k pastian .

        Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s