Dengarkan Jeritan Mereka dari Negeri Diatas Awan ( PT. FREEPORT INDONESIA )

16684229_420448131638174_6678820262711478840_nPara petinggi, pemilik kekuasaan diNegeri ini dengarkanlah mereka. Setiap jeritan,ucapan bahkan kata-kata yang mereka keluarkan semata-mata hanyalah untuk memenuhi isi piring mereka beserta keluarga.+- 30.000 karyawan beserta kontraktor yang statusnya tergantung antara dua pilihan yang tidak pasti. “di PHK secara sepihak atau dirumahkan tanpa jelas kapan akan berakhir”. Mereka memiliki istri, anak-anak yang harus mereka penuhi kebutuhannya sehari-hari. Diperkirakan +-100.000 kepala yang akan mencari makan dan memenuhi kebutuhannya sendiri apabila tidak adanya kepastian dari penguasa Negeri ini. Kemana lagi mereka akan menjerit. Dan kepada siapa mereka akan meminta bantuan pertolongan?

16712047_420448141638173_3371662506857442484_n

 

Difikirkan, ditelaah dan dibukakan pintu penyelesaian masalah ini. Turunkan sedikit ego dan berlapang dada lah. Bukan sekedar kepentingan pribadi yang mereka perjuangkan, semua itu tetap untuk Negeri kita Indonesia.

Letakkan rasa syukur kita, dimana begitu banyak bantuan yang telah PT. Freeport Indonesia lakukan dan berikan untuk Negeri kita. Begitu murni pemberian mereka untuk warga sekitar Papua, yang mana mereka mendapatkan perhatian lebih dan perlakuan khusus di Negerinya..”Negeri Diatas Awan”.

Lupakah kita berapa pajak yang dikeluarkan untuk negara?. Berapa banyak fasilitas yang diberikan kepada Negeri?. Dan berapa banyak pekerja yang ditampung untuk bekerja sepenuh hati? Tidak mudah hidup diNegeri orang, tidak mudah untuk bekerja didalam tambang yang beresiko tinggi. Kapanpun mereka bisa kehilangan nyawa dan keluarga tercinta. Hanya keterampilan khusus dan keberanian yang mereka berikan dan mereka semua lakukan secara ikhlas semata-mata untuk Negeri kita.

Siapa yang akan menampung mereka semua, apabila mereka diPHK? Negara? Tidak ada yang tau?

Lupakan import tenaga kerja dari luar. Biarkan anak Negeri ini yang tetap bekerja di Negaranya. Tanggalkan izin para pekerja luar, selamatkan pekerja kita yang berasal dari Negeri ini. Siapa yang akan membangun Negeri kita selain kita warga Negaranya.Warga Negara Indonesia. 16806722_420448068304847_5284244317826629641_n

Akankah kota tambang ini lumpuh dengan tiadanya kegiaan dari para pekerja? Akan dikemanakan hasil tambang yang menumpuk digudang sementara? Siapa yag akan menyelesaikan semua persoalan ini? “Dengarkan Jeritan Mereka”16807551_420448044971516_1141483886830549252_n

Tulisan ini dibuat untuk menyemangati teman-teman saya yang jauh disana, diNegeri kita paling ujung sebelah Timur. Tetap berdoalah dan menjeritlah sepuas-puasnya, luapkan apa yang ada dihati kalian.Insya Allah keputusan terbaik akan segera diberikan . Aamiin..

Love Novia

Iklan

12 thoughts on “Dengarkan Jeritan Mereka dari Negeri Diatas Awan ( PT. FREEPORT INDONESIA )

  1. kalo saya melihat freeport sekarang mencoba mengadu domba pekerja dengan pemerintah. Pekerja harusnya bukan cuma menuntut pemerintah akan tetapi menuntut freeport juga supaya mau ikut aturan

    Suka

    1. Disini tidak ada yang diadu domba. Sebenarnya kalau kita tahu siapa dipihak yang benar, insyaallah kita tidak akan berfikiran negatif ke salah satu pihak. Kita cukup membantu dengan doa InsyaAllah akan ada hasil yang terbaik. Baik itu dipihak pemerintah atau dipihak ptfi. Tks

      Suka

  2. Negara lgi menuntut haknya, kita jgn melihat secara parsial bro…Freport tdk mudah menyerah atas kenyamanan yg telah mereka peroleh selama ini (negara dlm negara) karena pemerintah sebelumx tdk seberani pemerintah sekarang menekan freeport, jdi biarkanlah negosiasi berjalan tentu pasti ada konsekuensi, percayalah pemerintah lgi mencari keadilan utk NKRI, Freeport tdk hengkang mereka cuma tdk mau membagi kenyamanan itu…

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s